Ads

Pemkot Surabaya Akui 70 Persen Beasiswa Pemuda Tangguh Tak Tepat Sasaran

Liputanjatim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengakui, program beasiswa Pemuda Tangguh selama ini tidak tepat sasaran. Sebanyak 70 persen penerima beasiswa merupakan mahasiswa yang berasal dari keluarga mampu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Heri Purwadi mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi terhadap penerima beasiswa Pemuda Tangguh.

Pihaknya menemukan sekitar 70 persen penerima manfaat bukan dari kalangan kurang mampu. Seharusnya, beasiswa itu untuk anak dari keluarga miskin atau pra-sejahtera.

“Bapak Wali Kota (Eri Cahyadi) berpesan bahwa bantuan perkuliahan atau pendidikan tidak boleh kapitalis,” kata Heri melansir Kompas.com, Senin (26/1/2026).

Heri menyebut, rata-rata penerima beasiswa Pemuda Tangguh adalah mahasiswa yang mendaftar kuliah melalui jalur mandiri.

Sedangkan, yang mengikuti jalur mandiri umumnya dari anak dari keluarga mampu.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun Tipis di Surabaya

Selain itu, kata dia, Eri Cahyadi juga sudah mengecek langsung terkait temuan tersebut. Hasilnya, penerima bantuan yang melalui jalur mandiri memiliki kemampuan ekonomi tinggi.

“Ketika Pak Wali mendapatkan laporan dari warga, Pak Wali cek agar bantuan tepat sasaran. Ternyata memang benar yang banyak mendapatkan bantuan dari jalur mandiri,” jelasnya.

“Yang mana di sana (jalur mandiri) ada uang gedung, berarti dia keluarga mampu dan setelah di cek gaji yang di masukkan banyak yang di atas Rp 15 juta sampai Rp 20 juta per bulan,” tambahnya.

Dengan demikian, Heri menilai, penyaluran beasiswa Pemuda Tangguh tidak sesuai dengan tujuan utama program. Oleh karena itu, pihaknya akan segera melakukan evaluasi.

“Pak Wali tidak mau bantuan hanya dinikmati segelintir orang, seharusnya bisa untuk banyak orang. Maka untuk orang mampu akan dihentikan, diutamakan yang keluarga pra-sejahtera,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut ada anak mantan pejabat memanfaatkan beasiswa Pemuda Tangguh. Faktor itu yang membuat polemik di bantuan untuk Uang Kuliah Tunggal (UKT) itu.

Eri mengatakan, bantuan beasiswa Pemuda Tangguh seharusnya menjadi hak dari masyarakat yang membutuhkan. Seperti, anak yang orangtuanya berpendapatan rendah.

“Kalau gaji orangtuanya Rp 1 juta, Rp 3 juta, maka tidak mungkin dia UKT-nya lebih dari angka Rp 2 juta. Bahkan ada yang gratis,” kata Eri di Balai Kota Surabaya, Kamis (22/1/2026).

Akan tetapi, Eri menemukan sejumlah bantuan beasiswa tersebut tersalurkan tidak sesuai harapan. Beberapa mahasiswa dengan UKT sangat tinggi membebani bantuan itu.

“Bayangkan sekarang ada yang (UKT) Rp 7 juta, Rp 10 juta, ada yang pendapatan orangtuanya Rp 28 juta per bulan, mantan pejabat juga ada. Ini yang harus saya bongkar,” jelasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Ikuti Kami

10,750FansSuka
26,000PengikutMengikuti
1,079PengikutMengikuti
1,825PengikutMengikuti
16,600PelangganBerlangganan

Artikel Terbaru