Paslon BerKelas Janji Masa Depan Perempuan dan Anak Lebih Baik

Ibu-ibu berkelana Buduran, Sidoarjo dukung Kelana-Dwi Astutik

Liputanjatim.com – Isu mengenai perempuan dan anak-anak menjadi isu yang paling banyak terangkat oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati Sidoarjo. Begitu pun dengan pasangan calon Kelana dan Dwi Astutik (BerKelas) yang memprioritaskan program yang menyasar ibu-ibu dan anak tersebut.

Bahkan program tersebut sudah digaungkannya sejak KPU Sidoarjo menetapkan paslon nomor urut 3 ini sebagai pasangan calon Cabup dan Cawabup.

Seirama dengan program prioritas pasangan calon Kelana dan Dwi Astutik itu, sekumpulan ibu-ibu yang menamainya sebagai ‘Ibu Berkelana Buduran’ mantap untuk memilihnya.

Puluhan ibu-ibu ini berkumpul pada Posko Pemenangan, Kompleks Perumahan Pondok Mutiara. Dukungan konkret dari ibu-ibu terhadap paslon BerKelas (Bersama Kelana-Dwi Astutik) itu dengan menghadiri bimtek untuk memenangkan calon yang didukungnya.

“Kami seirama dengan pak Kelana dan Bu Dwi Astutik. Apalagi paslon ini kan ada unsur perempuannya yakni Bu Dwi. Dengan suara perempuan yang ada pemerintahan maka suara kami para perempuan lebih cepat terdengar untuk soal perempuan dan anak,” ungkap Rohma, salah satu relawan asal Buduran, Sabtu (24/10/2020).

(Baca Juga: https://www.liputanjatim.com/komitmen-gus-muhdlor-subandi-tingkatkan-pelayanan-kesehatan/)

Terpisah, Dwi Astutik berterimakasih atas dukungan ibu-ibu warga Buduran tersebut. Dwi berjanji jika terpilih sudah menyiapkan berbagai solusi persoalan yang menjadi problem kaum perempuan dan anak-anak.

“Sidoarjo yang juga sebagai kabupaten ramah anak, kami salah satunya akan melindungi anak-anak dan perempuan dari kekerasan. Langkah konkretnya kita akan buat trauma centre, yang nanti berperan sebagai wadah untuk melindungi anak dan perempuan,” beber cawabup Dwi Astutik.

Selain itu, menurut Dwi Astutik, pemberdayaan perempuan dan anak adalah bagian integral atau tidak terpisahkan dari program pembagunan daerah.

Karena, menurut Dwi Astutik, perempuan adalah kunci keberhasilan pengentasan kemiskinan sehingga harus ada program peningkatan kapasitas perempuan dan kelompok ekonomi perempuan yang konkret.

“Selama persoalan perempuan dan anak tidak menjadi prioritas pembangunan daerah, selama itu tembok akan menghadang kemajuan daerah itu sendiri. Maka dari itu Kelana-Dwi Astutik jelas akan prioritaskan program ini,” tandas tokoh dewan pendidikan Jatim ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here