Liputanjatim.com – Kerangka manusia yang ditemukan di Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Rabu (21/1/2026) kini telah teridentifikasi. Korban diduga warga asal Kota Surabaya.
Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo mengatakan dari hasil pemeriksaan tim Inafis Polda Jatim, menyatakan bahwa kerangka tersebut berjenis kelamin laki-laki yang berusia sekitar 19 tahun hingga 34 tahun.
“Untuk panjang badan sekitar 163-173 sentimeter,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).
Selain itu, dari kerangka tersebut di perkirakan korban meninggal pada tahun 2023 hingga 2025.
Dari hasil pemeriksaan tulang tersebut juga teridentifikasi, tidak ada bekas kekerasan yang terjadi.
“Tidak di temukan tanda kekerasan pada tulang,” imbuhnya.
Namun, polisi juga belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Apakah terjadi akibat tindak pidana tertentu atau meninggal secara alami.
“Penyebabnya masih kami dalami,” ungkapnya.
Eko juga mengatakan, setelah berita penemuan kerangka itu viral dan ciri-ciri pakaian korban di publikasi, polisi di hubungi oleh warga Surabaya yang mengaku mengenali pakaian tersebut.
Baca juga: Cemburu Diduga Jadi Motif, Mahasiswi di Surabaya Tusuk Pacarnya
Korban di duga bernama Fauzen (30) warga Sidoyoso Kali Selatan, Desa Tambak Rejo, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya.
“Menurut keterangan dari keluarga, baik istri mertua dan kakak kandung, informasinya begitu (mengakui ciri pakaian korban),” ungkapnya.
Selain itu, keluarga juga mengaku pada polisi bahwa korban meninggalkan rumah sejak 23 November 2025. Namun, keluarga tak mengetahui tujuan korban akan pergi.
“Tanggal 23 November itu korban pamit keluar ke keluarganya,” imbuhnya.
Korban sehari-hari hanya pekerja serabutan sehingga keluarga tak curiga saat korban pamit keluar.
Sementara itu, Humas RSUD Moh Zyn Sampang, Amin Jakfar mengatakan, kerangka tersebut kini sudah di bawa ke rumah duka.
“Itu kemarin transit pindah ambulance menuju rumah duka di Surabaya. Keterangan lainnya ke Reskim ya,” pungkasnya.
Sebelumnya, operator ekskavator hendak meratakan permukaan lahan kosong di Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Rabu (21/1/2026).
Sebab, lahan tersebut terdapat bekas galian seluas 200 sentimeter dengan lebar 50 sentimeter serta kedalaman sekitar lebih satu meter.
Lahan itu dakam rencana untuk pembangunan Pondok Pesantren Nazhatut Thullab, yang jaraknya hanya 2 kilometer dari lokasi pesantren.
Namun, saat pekerja alat berat hendak menutup galian tersebut, alat berat itu tak sengaja mengangkat kerangka manusia. Warga sekitar yang kaget, langsung melaporkan temuan itu ke polisi.




