Liputanjatim.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) turut mendukung kepulangan santri dari kawasan kepulauan. Yakni, dengan menyediakan layanan penyeberangan bersama dari Pelabuhan Jangkar, Situbondo, menuju pulau-pulau di Sumenep, Madura.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IVÂ Panarukan, Situbondo, Herland Aprilyanto mengatakan, Kemenhub mendatangkan KM Sabuk Nusantara 74 untuk fasilitasi kepulangan santri seiring libur panjang menjelang Ramadhan 1447 Hijriah.
“Kami mendapat surat permohonan dari panitia kepulangan santri berjamaah yang ada di beberapa pondok pesantren di Situbondo. Kemudian kami tindaklanjuti dan alhamdulillah kapal perintis KM Sabuk Nusantara 74 siap mengangkut para santri pulang kampung.” ujar Herland, Rabu (4/2/2026).
Menurut Herland, kapal perintis milik Kemenhub RI ini mampu mengangkut ribuan santri dari beberapa pondok pesantren yang sudah memasuki libur panjang menjelang Ramadhan.
Diantaranya Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Wali Songo, dan Nurul Jadid.
“Kapal perintis milik Kemenhub ini secara keselamatan sangat memadai untuk mengangkut ribuan santri kepulauan secara bertahap,” tegas Herland.
Kapal perintis punya kapasitas penumpang yang cukup besar yakni bisa mencapai 500 orang. Sehingga sangat efektif jika digunakan untuk mengangkut kepulangan santri yang berjumlah ribuan itu, secara bertahap.
“Santri dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih. Pulang pada tanggal 9-10 Februari 2026 untuk tujuan Pulau Kangean, Madura. Tercatat, ada 800 santri yang akan pulang,” bebernya.
Kata Herland, pihaknya masih akan melakukan rapat bersama dengan panitia pemulangan santri dengan beberapa pengurus pesantren di Situbondo. Guna memastikan jumlah santri yang akan menyeberang ke beberapa kepulauan di Madura.
“Mengacu pada tahum sebelumnya, santri dari beberapa pesantren yang pulang kampung pada libur Ramadhan ada sekitar 2.000 orang,” tegas Herland.




