Ads

Jelang Ujian dan Seleksi PTN, 3.000 Siswa SMAN se-Jombang Gelar Doa Bersama

Liputanjatim.com – Menjelang pelaksanaan ujian akhir dan seleksi masuk di perguruan tinggi negeri (PTN), sekitar 3.000 murid kelas akhir dari berbagai SMAN se-Kabupaten Jombang hadir dalam acara doa bersama di Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang, Selasa (27/1/2026).

Acara yang di gelar oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) SMAN se-Jombang ini di hadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Wakil Bupati KH Salmanuddin Yazid, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Eko Redjo Sunariyanto, serta pejabat dari Kementerian Agama Jombang dan kepala sekolah dari SMAN se-Kabupaten Jombang.

Rangkaian acara di mulai dengan salat Dhuha dan salat sunah berjamaah, kemudian di lanjutkan dengan pembacaan doa bersama atau istighasah. Dalam sambutannya, Ketua MGMP PAI SMAN Jombang, Mokh Fakhrudin, menegaskan bahwa peserta doa bersama ini tidak hanya melibatkan siswa dari SMAN, tetapi juga dari SMA swasta dan MAN 1 Jombang.

“Kami ingin menciptakan kebersamaan antar lembaga pendidikan di Jombang,” kata Fakhrudin.

Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi para siswa dalam mempersiapkan masa depan mereka, terutama dengan ujian seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) yang semakin dekat.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Eko Redjo Sunariyanto, menyampaikan pesan penting kepada para peserta doa bersama.

“Kalian adalah para pemimpin masa depan, baik di Jombang, Jawa Timur, bahkan Indonesia,” ujarnya.

Menurut Eko, tantangan yang di hadapi para siswa saat ini akan menempa mereka menjadi pribadi yang tangguh. “Pelaut tangguh tidak lahir dari ombak yang tenang,” tambahnya.

Wakil Bupati Jombang, KH Salmanuddin Yazid, yang akrab di sapa Gus Salman, turut memberikan motivasi kepada para siswa. Dalam sambutannya, ia menyarankan agar para siswa memiliki mimpi besar untuk masa depan mereka, namun tetap harus di iringi dengan ikhtiar dan doa.

“Berusahalah semaksimal mungkin dan jangan lupakan doa dalam setiap langkah,” pesannya.

Gus Salman juga menekankan pentingnya menjauhi narkoba, tawuran, dan minuman keras yang dapat merusak masa depan siswa.

“Hindari segala bentuk pergaulan yang bisa menghancurkan masa depan kalian,” tegasnya.

Ia berharap, dengan semangat doa bersama ini, para siswa dapat menghormati orang tua dan guru serta menjadi pribadi yang membanggakan keluarga, agama, dan bangsa, terutama dalam menyongsong generasi emas Indonesia pada 100 tahun kemerdekaan.

Ketua panitia acara, Asshodikul Amin, mengungkapkan bahwa kegiatan doa bersama ini merupakan agenda rutin yang di laksanakan setiap tahun.

“Kami berharap dengan kegiatan seperti ini, para siswa dapat sukses dalam ujian dan bisa melanjutkan ke perguruan tinggi negeri yang di inginkan,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Ikuti Kami

10,750FansSuka
26,000PengikutMengikuti
1,079PengikutMengikuti
1,825PengikutMengikuti
16,600PelangganBerlangganan

Artikel Terbaru