Liputanjatim.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur targetkan pengumpulan zakat mencapai Rp7 milyar selama bulan Ramadhan 2026.
Ali Maschan mengatakan target tersebut nilainya dua kali lipat dibandingkan pemgumpulan zakat di bulan Ramadhan tahun 2025 yang mencapai Rp3,5 milyar.
“Kalau tahun lalu kita dapat sekitar Rp3,5 miliar, tahun ini targetnya Rp7 miliar. Di samping nanti juga ada zakat dari Gubernur dan para ASN,” kata Ketua Baznas Jatim, KH Ali Maschan Moesa, dalam Rapat Koordinasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Rabu (4/2/2026.
Ali Maschan optimistis momentum bulan suci Ramadan akan menjadi pendorong utama peningkatan penghimpunan zakat. Dengan penguatan peran UPZ serta dorongan masif selama Ramadan, ia memperkirakan total perolehan zakat dan infak tahun ini dapat melampaui capaian tahun sebelumnya.
“Dengan bulan puasa ini, kalau lebih di-push, bisa mencapai Rp52 sampai Rp53 miliar,” ungkapnya.
Menurutnya, meningkatnya kebutuhan masyarakat menjadi alarm sosial yang tidak bisa diabaikan. Ia menilai kondisi kemiskinan di Jawa Timur semakin nyata terlihat di lapangan.
“Orang melarat semakin banyak. Ukurannya sederhana, sekarang banyak kita lihat ibu menggendong bayi di jalanan. Itu ukuran paling nyata,” tuturnya.
Terkait penyaluran dana, Ali Maschan memastikan seluruh zakat yang dihimpun disalurkan sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku. Pada Ramadan 2026, Baznas Jatim telah menyiapkan sejumlah program sosial, di antaranya santunan untuk 20 ribu anak yatim serta bantuan pangan bagi kaum ibu.
“Proses penyalurannya semua sudah sesuai aturan. Anak yatim ada 20 ribu, kemudian ibu-ibu kita beri jatah beras,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menegaskan komitmen Kemenag untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Baznas dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat.
Menurutnya, sinergi antara Kemenag dan Baznas bukan sekadar kerja kelembagaan, melainkan menyangkut kemaslahatan umat secara luas. Karena itu, Kemenag Jatim memastikan dukungan penuh terhadap seluruh program yang dijalankan Baznas.
“Kalau urusan kolaborasi, kita ini harus saling memperkuat. Karena ini berbicara tentang kemaslahatan umat. Jadi, apa pun program-program dari Baznas, Kementerian Agama pasti akan men-support,” tegas Bahtiar.
Ia menambahkan, peran Baznas sangat strategis dalam membantu pemerintah menekan angka kemiskinan. Salah satu langkah yang terus didorong adalah penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di berbagai lini, termasuk di lingkungan Kementerian Agama dan madrasah.
“Di masing-masing kabupaten/kota sudah ada UPZ. Bahkan di madrasah-madrasah juga sudah ada yang memiliki UPZ,” jelasnya.
Kemenag Jatim, lanjut Bahtiar, secara aktif mendorong seluruh kantor Kemenag di Jawa Timur serta madrasah negeri dan swasta untuk memiliki UPZ sebagai payung legal penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah.
“Ini bagian dari legalitas untuk mengumpulkan dana dari warga Kementerian Agama. Dan penggunaannya tentu untuk pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, dan pemberdayaan ekonomi,” ujarnya.
Memasuki momentum Ramadan, Bahtiar berharap optimalisasi penghimpunan zakat dapat dimaksimalkan. Ia menegaskan, upaya pengentasan kemiskinan membutuhkan kolaborasi semua pihak, tidak hanya ASN, tetapi seluruh elemen masyarakat.
“Kita ingin pengumpulan ini dioptimalkan. Bukan hanya ASN, tapi semua pihak. Semua harus terlibat,” pungkasnya.




