Liputanjatim.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut, mengonfirmasi kesiapan operasional Pelabuhan Panarukan Situbondo.
Uji sandar kapal terakhir yang berlangsung di Situbondo, Jawa Timur, pada Senin (02/2/2026), menjadi penentu kesiapan pelabuhan itu.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, Herland Aprilyanto, menyatakan bahwa uji sandar tersebut merupakan bagian krusial untuk menjamin aspek teknis dan keselamatan pelayaran.
Berbagai pemangku kepentingan turut hadir dalam proses uji coba ini.
Keberhasilan uji sandar ini, sebagai harapan dapat memperkuat peran Pelabuhan Panarukan dalam mendukung distribusi logistik dan mobilitas penumpang.
Selain itu, pelabuhan ini juga menjadi target untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan konektivitas wilayah di Jawa Timur.
Herland menjelaskan bahwa dalam uji sandar Pelabuhan Panarukan, beberapa kapal melakukan manuver sandar lepas untuk menguji konstruksi dermaga.
Kapal T.B. Medelin Delta dan T.B. Meiden Lucky milik PT Pertamina Port & Logistics terlibat dalam pengujian ini.
Selama proses uji coba, kedua kapal tersebut berhasil melaksanakan manuver dengan aman dan lancar. Kegiatan ini sepenuhnya sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.
Pada Uji sandar ini, turut hadir dari perwakilan PT Pertamina Patra Niaga, PT Pertamina Trans Kontinental, dan PT Pertamina Port & Logistics. Kehadiran mereka menegaskan komitmen bersama terhadap keselamatan dan efisiensi operasional pelabuhan.
Baca juga: Pria di Situbondo Tega Bacok Istri yang Tengah Hamil
Kesuksesan uji sandar menjadi indikator kuat bahwa infrastruktur Pelabuhan Panarukan telah memenuhi standar teknis yang sesuai keperluan.
Hal ini penting untuk memastikan keamanan setiap aktivitas kepelabuhanan di masa mendatang.
Herland optimistis aktivitas kepelabuhanan di Panarukan akan semakin padat seiring peningkatan kapasitas dan kesiapan operasional dermaga. Kedepannya, Pelabuhan ini akan menjadi simpul transportasi laut yang andal.
Peningkatan kapasitas ini menjadi pendorong dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat serta memperkuat rantai pasok di kawasan pesisir Jawa Timur.
KSOP Kelas IV Panarukan saat ini telah memulai sosialisasi kepada pengguna jasa terkait kesiapan operasional ini. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kelancaran transisi menuju operasional penuh.
Pelabuhan Panarukan memiliki dimensi dermaga sepanjang 176,5 meter dengan lebar 10 meter. Selain itu, terdapat trestle sepanjang 452 meter dengan lebar 7 meter, serta causeway sepanjang 925 meter.
Pembangunan awal pelabuhan ini dimulai pada tahun 2008, kemudian dikembangkan lebih lanjut pada periode 2011–2012. Penambahan kantor pelabuhan dilakukan pada tahun 2019.
Untuk meningkatkan kapasitas, keselamatan, dan kinerja operasional, rehabilitasi segmen dermaga 2 (±107 x 10 m²) dan fasilitas darat direncanakan pada Tahun Anggaran 2025. Upaya ini menunjukkan komitmen berkelanjutan terhadap pengembangan infrastruktur maritim.
Investasi berkelanjutan dalam infrastruktur ini krusial untuk mendukung visi Pelabuhan Panarukan sebagai pusat logistik dan konektivitas yang vital. Hal ini akan berdampak positif pada ekonomi regional.




