Liputanjatim.com – Pemerintah Kota Malang sejauh ini baru memperoleh 1.000 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Januari 2026. Jumlah tersebut masih belum mencukupi untuk melindungi seluruh populasi sapi di Kota Malang.
Rencananya, pemberian vaksinasi PMK akan mulai secara bertahap kepada hewan ternak pada Februari 2026.
Namun, dengan populasi sapi di Kota Malang yang mencapai sekitar 2.500 ekor, pemberian vaksin belum bisa secara menyeluruh.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, mengatakan bahwa pihaknya akan kembali mengusulkan tambahan vaksin PMK ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur setelah 1.000 dosis awal tersebut tersalurkan.
“Vaksinasi PMK bulan Februari mulai di laksanakan. Di berikan ke semuanya, saat yang 1.000 dosis hampir selesai, akan kita ajukan kembali usulan tambahannya,” kata Slamet, Kamis (29/1/2026).
Menurut Slamet, vaksinasi PMK sebagai langkah antisipasi penyebaran virus yang mulai merebak di sejumlah wilayah di Jawa Timur. Upaya ini untuk mencegah penularan lebih luas di Kota Malang.
Selain vaksinasi, Dispangtan juga akan memberikan vitamin kepada hewan ternak guna menjaga daya tahan tubuh sapi selama masa pemantauan.
“Pemberian vitamin akan di berikan bersamaan dengan vaksin,” tambahnya.
Menurut Slamet, sepanjang Januari 2025, pihaknya mencatat penemuan dua kasus PMK di wilayah Kota Malang.
Kedua sapi yang terjangkit kini di laporkan berangsur membaik, meskipun demikian tetap ada pemantauan secara berkala.
“Alhamdulillah 2 ekor sapi yang sempat positif sudah sembuh. Berjalan sudah tidak pincang dan luka-luka di area sekitar mulut sudah kering,” jelas Slamet.
Meski demikian, pihaknya akan memastikan pengawasan terhadap kesehatan hewan ternak akan lebih ketat sebagai langkah pencegahan agar kasus PMK tidak kembali muncul di Kota Malang.




