Liputanjatim.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur terus memacu peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi sektor transportasi. Dua program andalan yang kini berkontribusi menambah PAD itu adalah layanan Trans Jatim dan Trans Laut.
Kepala Dishub Jatim, Nyono, mengungkapkan bahwa kedua moda transportasi tersebut menunjukkan kinerja positif dalam menyumbang pendapatan daerah. Bahkan, Dishub Jatim kini tercatat sebagai penyumbang PAD terbesar kedua di lingkungan Pemprov Jawa Timur, tepat di bawah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
“Kalau sekarang kami ditarget mencapai Rp 55 M. Dengan terobosan yang terus dan berinovasi tentunya ke depan bisa tembus Rp 100 M,” jelas Kadishub Jatim Nyono, selasa (27/1/2026).
Nyono menjelaskan, jika Bapenda berfokus pada sektor pajak, Dishub Jatim mengembangkan inovasi pendapatan non-pajak melalui berbagai layanan transportasi. Sumber pemasukan tersebut antara lain berasal dari pemanfaatan ruang iklan di armada Trans Jatim dan Trans Laut, serta penerapan sistem Terminal On Sistem (TOS).
“Lewat iklan atau reklme di Transjatim, dan juga pendapatan biaya penggunaan fassilitas oleh Bus angkutan umum yang masuk ke Terminal milik Pemprov lewat TOS atau terminal On Sistem serta Translaut di Paciran dan Banyuwangi, alhamdulillah kita bisa dapat 1 miliar,” ungkap Nyono.
Untuk penerapan TOS, saat ini masih dilakukan uji coba di lima terminal milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ke depan, Dishub berharap sistem tersebut dapat diterapkan secara menyeluruh di 29 terminal yang berada di bawah kewenangan Pemprov Jatim.
Di sisi lain, layanan Trans Jatim juga terus mengalami pengembangan, baik dari sisi penambahan armada maupun perluasan rute. Salah satu fokus perencanaan adalah menghubungkan jalur Trans Jatim dengan kawasan pusat wisata guna meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum.
“Sekarang ini masih terbatas anggaran, namun ketika nantinya ada tambahan anggaran maka target Transjatim di Gerbangkertarsusila akan tercapai,” jelasnya.
Terkait usulan pembukaan rute Trans Jatim dari Gadang menuju Kepanjen, Nyono menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan kajian mendalam. “Dikaji terus karena juga ada permintaan dari bupati Malang agar diselesaikan,” sambungnya.
