Liputanjatim.com – Gempabumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 08.20 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempabumi berada di 25 kilometer Timur Laut Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman 105 kilometer.
“Magnitudo 5,5 dengan koordinat lokasi 8,14 LS–111,33 BT,” demikian informasi yang disampaikan melalui grup Info BMKG Jatim dan Media.
BMKG menjelaskan gempabumi tersebut tergolong gempabumi menengah. BMKG mendasarkan klasifikasi itu pada lokasi episenter dan kedalaman hiposenter yang menunjukkan adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber juga menunjukkan gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
BMKG memastikan gempabumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. BMKG juga menegaskan hasil pemodelan menunjukkan gempabumi tersebut TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim Liputan Jatim, warga di sejumlah daerah merasakan guncangan gempabumi ini. Getaran terasa di Malang, Trenggalek, Pacitan, Karangkates, Tulungagung, Nganjuk, Ponorogo, Blitar, Madiun, Jember, Mojokerto, dan Pasuruan. Warga di Denpasar, Kuta, dan Karangasem, Bali, juga merasakan guncangan. Selain itu, getaran menjalar hingga wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta meliputi Kota Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo, Purworejo, serta Semarang dan Mataram.
Hingga saat ini, pihak berwenang belum menerima laporan kerusakan akibat gempabumi tersebut. BMKG juga belum mencatat adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock) hingga pukul 08.35 WIB.




