Liputanjatim.com – Musim hujan sering kali membuat orang merasa tidak haus sehingga lupa minum air putih secara cukup. Padahal, dehidrasi tetap bisa terjadi meskipun cuaca sedang dingin dan lembap.
Menurut para ahli kesehatan, melansir dari situs alodokter tubuh manusia tetap kehilangan cairan melalui keringat, pernapasan, dan buang air kecil, meski tidak terasa seperti saat musim panas. Kondisi ini bisa menyebabkan tubuh kekurangan cairan tanpa disadari.
Gejala dehidrasi ringan di musim hujan biasanya ditandai dengan bibir kering, urine berwarna pekat, hingga rasa lelah berlebih. Jika dibiarkan, dehidrasi bisa berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius seperti sakit kepala dan penurunan konsentrasi.
Untuk mencegahnya, disarankan tetap minum air putih minimal delapan gelas per hari. Jika sulit mengingat, buat jadwal rutin atau gunakan botol minum berukuran tertentu agar kebutuhan cairan harian bisa terpantau.
Selain air putih, konsumsi buah-buahan yang kaya air seperti semangka, jeruk, dan melon juga bisa membantu menjaga hidrasi tubuh. Hindari minuman berkafein atau bersoda karena dapat mempercepat pengeluaran cairan dari tubuh.
Saat beraktivitas di luar ruangan, terutama dalam kondisi lembap atau gerah, tetap bawa bekal air minum. Jangan menunggu haus untuk minum, karena rasa haus adalah tanda tubuh sudah mulai kekurangan cairan.
Dengan menjaga asupan cairan tubuh secara konsisten, daya tahan tubuh akan tetap optimal meski di tengah cuaca tak menentu. Gaya hidup sederhana ini juga membantu menjaga kebugaran agar tidak mudah terserang penyakit di musim hujan.




