Netizen Kecam Satpol PP Tulungagung Perihal Buang Orang Gila
TULUNGAGUNG, Liputanjatim.com – Satpol PP Kabupaten Tulungagung sampai sekarang masih dikecam banyak orang setelah diduga dengan sengaja membuang Bogor, pengidap gangguan kejiwaan yang biasa berada di pasar Ngunut, ke kawasan hutan Kasrepan, Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban. Kecaman muncul dalam berbagai rupa. Salah…
TULUNGAGUNG, Liputanjatim.com – Satpol PP Kabupaten Tulungagung sampai sekarang masih dikecam banyak orang setelah diduga dengan sengaja membuang Bogor, pengidap gangguan kejiwaan yang biasa berada di pasar Ngunut, ke kawasan hutan Kasrepan, Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban.
Kecaman muncul dalam berbagai rupa. Salah satunya lewat gambar meme yang menggambarkan perilaku kurang terpuji Satpol PP itu.
Meme-meme itu diolah dari foto saat Bogor diangkut mobil Satpol PP, Bogor saat tertidur di tengah hutan saat malam, dan foto Selasa (14/11/2017) siang.
Dari foto-foto itu membuktikan, Bogor awalnya dijemput Satpol PP dengan mobil dinas pikap. Kemudian Bogor tiba-tiba ada di tengah hujan, tepatnya di jalan akses menuju Kecamatan Pucanglaban.
Semua mengecam tindakan Satpol PP yang membuat Bogor sulit mendapatkan makanan.
“Selama ini dia dapat makan dari warga. Saya sering mengirim nasi buat dia. Kalau berada di hutan, siapa yang kasih makan?” ucap Dwi Santoso, warga Desa Kaliwungu.
Pihak Satpol PP dan Dinas Sosial belum mau dimintai keterangan. Sekretaris Dinas Sosial, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos KBP3A), Suparni sempat bisa dihubungi lewat telepon.
Namun Suparni mengaku tidak bisa mendengar suara, kemudian menutup sambungan telepon. Saat dikirimi pesan singkat, Suparni tidak menjawab.
Sementara Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo menegaskan, akan memanggil Kepala Satpol PP untuk dimintai penjelasan.
Artikel Terkait
80 Persen Bangunan Puskesmas Tiron Terbakar, Pemkab Kediri Kaji Opsi Renovasi atau Bangun Baru
02 Jun 2026
Economic Fest 2026 HIPMI Pamekasan, Menyalakan Harapan UMKM dari Jantung Kota Gerbang Salam
02 Jun 2026
Perahu Mati Mesin, Nelayan Situbondo Sempat Terapung di Laut Sapudi
26 Mei 2026
