Liputanjatim.com – Dua bangunan ruang kelas di SDN Sukorejo, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, ambruk pada Minggu (9/11/25).
Melansir Kompas, peristiwa tersebut terjadi saat malam hari sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.
Camat Pasrujambe, Muhammad Saiful mengatakan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB.
Menurutnya, saat kejadian, kondisi cuaca di sekitar lokasi relatif tenang, tanpa hujan maupun angin kencang.
“Untung ambruknya malam hari, jadi tidak mengenai siapa pun,” kata Saiful, Senin (10/11/25).
Saiful menambahkan, dua ruang kelas yang roboh merupakan bangunan lama yang berdiri sejak tahun 1987. Selama hampir empat dekade, bangunan tersebut belum pernah mengalami perbaikan struktural yang berarti.
“Perawatan yang di lakukan selama ini hanya pengecatan dinding. Sementara kayu penyangga atap yang sudah lapuk belum pernah di ganti,” ungkapnya.
Tim dari Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang juga telah meninjau lokasi untuk memastikan kondisi bangunan dan langkah penanganan lanjutan.
Sementara itu, Niken Rafitri, guru SDN Sukorejo menjelaskan, bahwa dua ruang kelas yang ambruk tersebut sudah tidak terpakai. Sejak dua tahun terakhir, kelas tersebut tidak pernah ada kegiatan belajar mengajar.
“Ruang kelas itu terakhir dipakai ketika jumlah siswa masih banyak. Sekarang karena siswanya berkurang, gedung itu sudah lama kosong,” kata Niken.
Meski dua ruang kelas ambruk, Niken memastikan proses pembelajaran di SDN Sukorejo tetap berjalan normal. Para siswa tetap belajar di ruang kelas yang masih layak.
“Anak-anak tidak terganggu karena yang roboh itu memang bangunan kosong,” pungkasnya.