IKLAN
Berita

Tragis, Lansia Tewas Tertabrak KA Lokal Penataran

Oleh Pamela 22 Mei 2026, 07:46 WIB 2 menit baca 2 dibaca
Add on Google 💬

Liputanjatim.com – Kecelakaan maut terjadi di jalur perlintasan kereta api tanpa palang di Dusun Ngawen, Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

Seorang pria paruh baya dilaporkan meninggal dunia usai tertabrak KA Lokal Penataran pada Kamis (21/05/2026).

Korban bernama Sugianto (61), warga setempat yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian. Ia meninggal dunia di tempat setelah tertabrak kereta api yang melaju dari arah Malang menuju Surabaya.

Menurut keterangan Sodiki (51), warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut, korban terlihat menyusuri rel kereta api saat kereta melintas. Korban di duga tidak menghiraukan bunyi klakson yang sudah terdengar beberapa kali.

IKLAN

“Masinisnya sudah berulang kali membunyikan klakson dengan sangat keras untuk memberi peringatan,” ujar Sodiki saat memberikan keterangan, Kamis.

Sodiki mengatakan laju kereta api sempat melambat sesaat sebelum kejadian. Namun, jarak antara korban dan kereta sudah terlalu dekat sehingga tabrakan tidak dapat di hindari.

“Mungkin jaraknya terlalu dekat, jadi tabrakan tak bisa di hindari. Pak Sugianto meninggal di lokasi kejadian,” katanya.

Secara terpisah, Kasi Humas Polres Pasuruan, Joko Suseno, menyampaikan bahwa petugas kepolisian dan pihak PT KAI bergerak cepat menuju lokasi usai menerima laporan kejadian guna melakukan evakuasi korban dan olah TKP.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kereta yang terlibat kecelakaan adalah KA Lokal Penataran dengan nomor seri 427.

“Kereta api sudah berupaya melakukan tindakan antisipasi dengan mengerem. Tetapi karena jarak yang sudah tidak nutut (tidak mengatasi), korban akhirnya tertabrak dan meninggal dunia di lokasi kejadian,” ungkap Joko.

Menyikapi insiden tersebut, Polres Pasuruan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sepanjang jalur rel kereta api, terutama di perlintasan sebidang yang tidak resmi.

“Rel kereta api itu bukan fasilitas umum untuk pejalan kaki atau tempat beraktivitas. Kami mengimbau dengan sangat agar masyarakat lebih berhati-hati, waspada,” pungkas Joko.

Saat ini, jasad korban sudah di bawa ke rumah sakit terdekat untuk proses penanganan dan identifikasi sebelum di pulangkan kepada keluarga.

Penulis

Pamela

Redaksi LiputanJatim menyajikan berita, informasi, dan analisis seputar Jawa Timur, nasional, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan peristiwa terkini.

Lihat artikel penulis

Tinggalkan Komentar