Liputanjatim.com – Banyak orang tua memilih pondok pesantren sebagai tempat pendidikan anak karena dinilai mampu membentuk karakter, kemandirian, dan akhlak. Namun, adaptasi awal sering menjadi tantangan bagi sebagian santri yang baru mondok. Agar mereka betah dan nyaman tinggal di pesantren, ada beberapa langkah yang bisa diterapkan baik oleh pihak pesantren maupun orang tua.
1. Ciptakan Lingkungan yang Hangat dan Ramah
Santri baru biasanya masih merasa asing. Pengurus dan pengajar dapat menyambut mereka dengan pendekatan kekeluargaan agar muncul rasa memiliki. Interaksi dengan kakak kelas atau musyrif juga membantu mempercepat proses adaptasi.
2. Dorong Komunikasi yang Sehat dan Terbuka
Santri harus merasa aman untuk bercerita jika mengalami kesulitan. Pihak pesantren dapat menyediakan waktu khusus curhat atau pembinaan rohani agar santri tidak memendam masalah. Komunikasi ini juga bisa mengurangi rasa rindu rumah.
3. Kenalkan Kegiatan Pesantren Secara Bertahap
Jadwal pesantren yang padat bisa terasa berat bagi pemula. Pengurus dapat memperkenalkan aktivitas secara perlahan sambil membantu santri menyesuaikan ritme harian. Pemberian tugas ringan di awal membuat mereka merasa mampu berproses.
4. Fasilitasi Pergaulan Positif dan Persahabatan
Teman yang suportif adalah kunci kenyamanan di pondok. Pesantren dapat mengadakan kegiatan kebersamaan seperti olahraga, malam keakraban, atau musyawarah kelompok agar santri saling mengenal dan memiliki ikatan.
5. Peran Orang Tua Tetap Diperlukan
Meski sudah mondok, dukungan moral dari rumah tidak boleh putus. Orang tua bisa menjenguk sesuai jadwal, memberikan pesan penyemangat, atau sekadar mengingatkan tujuan belajar di pesantren.
6. Sediakan Kegiatan Pengembangan Diri
Santri akan lebih betah jika bisa menyalurkan minat dan bakatnya. Ekstrakurikuler seperti hadrah, pramuka, tahfiz, olahraga, atau jurnalistik membuat pengalaman mondok semakin menyenangkan dan tidak monoton.
7. Jaga Kesehatan Fisik dan Mental
Lingkungan bersih, makanan bergizi, serta jam istirahat yang cukup penting untuk menjaga stamina santri. Pesantren juga perlu memastikan kesehatan mental mereka terawat dengan bimbingan ustaz atau pendamping yang peka.
Dengan kombinasi dukungan emosional, pembinaan karakter, dan suasana yang nyaman, santri dapat beradaptasi lebih cepat dan betah tinggal di pondok pesantren. Kenyamanan itu sekaligus menjadi modal penting bagi keberhasilan pendidikan mereka.

