Taruno Mudho SMPN 1 Jetis Tampil Memukau di Puncak Festival Reog Remaja 2026
Liputanjatim.com – Grup Reog Taruno Mudho SMPN 1 Jetis tampil memukau pada malam puncak Festival Reog Remaja (FRR) XXII Grebeg Suro 2026 yang digelar di Alun-Alun Ponorogo, Rabu (10/6/2026).
Tampil sebagai penyaji pertama dengan nomor urut 19, Taruno Mudho menyuguhkan koreografi yang tertata apik dan penuh energi. Kekompakan para penari menjadi salah satu daya tarik utama dalam pertunjukan tersebut.
Penampilan semakin spektakuler ketika Dadak Merak melakukan sejumlah manuver lebar di area panggung. Atraksi tersebut mendapat perhatian dari penonton yang memenuhi kawasan Alun-Alun Ponorogo.
Dalam pertunjukan itu, Taruno Mudho diperkuat sebanyak 48 penari inti yang berasal dari siswa dan siswi SMPN 1 Jetis. Selain itu, sekitar 20 pengrawit turut mengiringi seluruh rangkaian pementasan.
Persiapan penampilan dilakukan selama kurang lebih dua bulan. Menjelang pelaksanaan festival, para siswa menjalani latihan secara intensif setiap hari untuk mematangkan koreografi, kekompakan, serta penguasaan panggung.
Koordinator Ekstrakurikuler Seni Tari Reog SMPN 1 Jetis, Artarini Edisi Pertama, mengaku bangga terhadap penampilan para siswa. Ia optimistis kerja keras dan persiapan panjang yang dilakukan mampu membawa hasil terbaik dalam ajang tersebut.
Keikutsertaan SMPN 1 Jetis dalam Festival Reog Remaja tidak hanya berorientasi pada perlombaan. Sekolah tersebut juga aktif melakukan pembinaan dan regenerasi seniman Reog sejak dini.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Festival Reog Anak Antar Kelas bagi siswa kelas VIII. Kegiatan tersebut bahkan dimasukkan dalam kurikulum sekolah sebagai bagian dari pelestarian seni dan budaya Reog Ponorogo.
Melalui program itu, para siswa tidak hanya dikenalkan pada teknik pertunjukan Reog, tetapi juga ditanamkan rasa memiliki dan tanggung jawab untuk menjaga warisan budaya daerah.
Penampilan Taruno Mudho pada puncak FRR XXII Grebeg Suro 2026 menjadi bukti bahwa seni Reog terus tumbuh dan berkembang di lingkungan pendidikan. Regenerasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan seniman-seniman muda yang akan menjaga eksistensi Reog Ponorogo pada masa mendatang.