Liputanjatim.com – Pemerintah Kabupaten Situbondo menargetkan penghargaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Award 2025 dengan membuat beberapa strategi. Seperti pengendalian harga bahan pangan utama seperti beras, gula, minyak goreng, dan telur.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menegaskan pentingnya langkah antisipatif dalam menjaga harga kebutuhan pokok agar tidak mengalami lonjakan.
Ia meminta Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) untuk memperketat pemantauan harga melalui aplikasi pemantau sembako milik daerah.
“Yang harus diperkuat itu bahan pangan pokok, beras, gula, telur, daging ayam, daging sapi. Komoditas strategis seperti itu yang jadi perhatian, bukan yang sekunder seperti mangga,” ujar Bupati Rio di Kantor Bupati Situbondo, pada Selasa (7/10/2025) sore.
Menurutnya, pengendalian inflasi tidak cukup hanya dengan operasi pasar, tetapi juga penguatan sumber daya di sektor pertanian dan peternakan.
“Dinas Pertanian dan Peternakan harus menyiapkan sumber dayanya. Peternak ayam dan sapi harus berkembang, begitu juga dengan ketersediaan bawang putih yang masih terbatas di daerah,” imbuhnya.
Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu, juga menekankan peran Diskoperindag dalam pemantauan harga pasar.
“Mereka (Diskoperidag) punya aplikasi pemantauan harga dari 17 pasar secara real-time.” tegasnya.
Ia menambahkan, jika ada kenaikan harga bahan pokok, pemerintah harus segera melakukan intervensi pasar.
Baca juga: Pemkab Situbondo Anggarkan Rp 372 Juta Perbaikan Rumah Terdampak Gempa
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember, Achmad, menjelaskan bahwa penilaian TPID Award mencakup tiga aspek utama: proses, output, dan outcome.
“Aspek proses menilai langkah koordinasi dan dokumen pendukung, sedangkan output dilihat dari pelaksanaan program unggulan daerah. Outcome menggambarkan hasil nyata dari upaya pengendalian inflasi,” jelasnya.
Achmad menambahkan, BI terus memberikan dukungan terhadap TPID Situbondo melalui berbagai program seperti pasar murah, operasi pasar, dan klaster pertanian dalam kerangka Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
“Harapannya Situbondo bisa naik kelas. Minimal juara tingkat Jawa Timur, syukur bisa sampai tingkat nasional,” ujarnya.
Menurut Achmad, kemenangan dalam TPID Award bukan hanya soal prestise, tetapi juga membawa manfaat langsung bagi daerah.
“Selain kebanggaan kepala daerah, pemenang TPID Award juga berpeluang mendapatkan dana insentif daerah (DID). Dan yang paling penting, pengendalian inflasi yang baik akan menjaga stabilitas sosial dan politik,” pungkasnya.