Surabaya Juara Umum Kejurprov Pencak Silat Jatim 2026, Nur Azmi Akui Target Emas Belum Tercapai
Liputanjatim.com – Kontingen pencak silat Kota Surabaya berhasil mempertahankan status juara umum dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat Jawa Timur 2026 Piala BHS yang digelar di Gelora Pancasila Surabaya pada 17-21 Mei 2026. Meski demikian, perolehan medali emas yang diraih Kota Pahlawan belum sesuai target.
Dalam ajang tersebut, Surabaya menjadi daerah dengan jumlah atlet terbanyak. Sebanyak 28 atlet diturunkan untuk mengikuti kejuaraan yang diikuti 37 kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Dari total atlet yang diturunkan, kontingen Surabaya berhasil membawa pulang 3 medali emas, 6 perak, dan 7 perunggu. Raihan tersebut cukup untuk mengantarkan Surabaya keluar sebagai juara umum.
Sementara itu, posisi kedua ditempati Kabupaten Pasuruan yang hanya diperkuat delapan atlet namun mampu meraih 3 medali emas. Sedangkan Kota Malang yang menurunkan lima atlet berhasil mengoleksi 2 emas, 1 perak, dan 1 perunggu.
Head Coach Kontingen Surabaya, Nur Azmi Rifai mengakui target medali emas timnya belum sepenuhnya tercapai meski mampu mempertahankan status juara umum.
“Kami memang menargetkan emas lebih banyak. Tapi dengan 16 semifinalis dan sembilan finalis, capaian ini tetap luar biasa. Evaluasi terbesar kami ada pada pemahaman peraturan karena regulasi berubah dua minggu sebelum pertandingan,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Menurut Nur Azmi, perubahan regulasi menjelang pertandingan cukup memengaruhi performa atlet yang sebelumnya telah menjalani program latihan dan simulasi pertandingan sejak Januari 2026.
“Kami sudah berlatih hampir lima bulan dengan acuan aturan lama. Ketika aturan berubahk, tentu ada penyesuaian yang belum maksimal. Beberapa kekalahan terjadi di poin akhir dan ada keputusan yang masih debatable,” katanya.
Meski demikian, Surabaya tetap optimistis menatap ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X/2027 mendatang. Apalagi, Surabaya akan bertindak sebagai tuan rumah dan memasang target minimal lima medali emas.
“Di Porprov Malang kami dapat lima emas. Untuk Porprov Surabaya target tetap lima emas. Jika lebih, itu bonus,” kata Nur Azmi.
