IKLAN
Pemerintahan

Sebaran TBC Tembus 1,09 Juta Kasus, DPRD Jatim Dorong Penanganan Kesehatan Digencarkan

Oleh Abdullaah AT 15 April 2026, 17:15 WIB 2 menit baca 0 dibaca
Add on Google 💬

Liputanjatim.com – Penyebaran Tuberkulosis (TBC) di Indonesia semakin hari semakin pemperihatinkan. Tercatat jumlah sebaran TBC menembus angka 1,09 juta kasus secara nasional.

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni mengingatkan bahwa tingginya sebaran TBC merupakan alarm serius bagi pemerintah. Sebaran ini pun tidak dapat dianggap sepele kerena nenjadi ancaman serius bagi kesehatan warganya.

“Peningkatan kasus Tuberkulosis yang telah menembus lebih dari satu juta kasus, dengan ratusan ribu di antaranya belum terdeteksi, adalah kondisi darurat yang harus segera ditangani secara serius,” katanya, Rabu (15/4/2026).

Menurut Yuni, Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan jumlah penduduk besar memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran penyakit menular tersebut. Karena itu, diperlukan langkah yang lebih agresif, terstruktur, dan terintegrasi, khususnya dalam menemukan kasus-kasus tersembunyi.

IKLAN

DPRD Jatim pun mendorong Pemerintah Provinsi untuk memperkuat sinergi lintas sektor, mulai dari dinas kesehatan, pemerintah kabupaten/kota, hingga keterlibatan aktif masyarakat. Upaya skrining massal dinilai perlu diperluas hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

“Edukasi kepada masyarakat juga harus digencarkan, terutama terkait pencegahan dan pentingnya pengobatan hingga tuntas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Politisi Partai Demokrat ini menekankan bahwa penanganan TBC tidak cukup hanya dari sisi medis. Perbaikan kualitas lingkungan, penyediaan hunian layak, serta penguatan kondisi sosial ekonomi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam upaya penanggulangan secara menyeluruh.

DPRD Jatim, lanjutnya, berkomitmen untuk mendukung penguatan anggaran, regulasi, serta pengawasan terhadap program penanggulangan TBC agar berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan dini demi memutus rantai penularan,” pungkasnya.

Diketahui, Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, mengungkapkan bahwa dari total tersebut, sekitar 867 ribu kasus telah berhasil diobati dan ditangani oleh pemerintah bersama tenaga medis. Namun demikian, masih terdapat sekitar 300 ribu kasus yang belum teridentifikasi atau tersembunyi di tengah masyarakat.

Penulis

Abdullaah AT

Redaksi LiputanJatim menyajikan berita, informasi, dan analisis seputar Jawa Timur, nasional, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan peristiwa terkini.

Lihat artikel penulis

Tinggalkan Komentar