Punden Keramat di Mojokerto Ternyata Candi Peninggalan Majapahit

Situs Kademangan terletak di Dusun Kademangan, Desa Dlanggu, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto (foto: mojopahit lelono)

Liputanjatim.com – Sebuah punden di Dusun Kademangan, Desa/Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto dikeramatkan oleh warga setempat sejak tahun 1960an. Ternyata punden tersebut sebuah candi peninggalan zaman Majapahit.

Punden yang berdiri di tanah Dusun Kademangan dengan luas sekitar 20 x 20 meter persegi ini terlihat asri karena ditumbuhi pepohonan besar. Sehingga udara di tempat ini terasa sejuk meski pada siang hari.

“Dari dulu tempat ini dijadikan warga sini sebagai punden. Dipakai ritual saat ruwat dusun (bersih kampung pada bulan Suro dalam kalender Jawa) dan kalau ada warga yang punya hajatan,” ungkap Rusmiati juru kunci Punden, Kamis (4/6/2020).

Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim Wicaksono Dwi Nugroho menjelaskan, punden tersebut telah masuk daftar situs cagar budaya. Dia menyebutnya Situs Kademangan karena berada di Dusun Kademangan.

“Dari data arkeologi yang kami temukan di sini, kami bisa melihat ada dua komponen. Yaitu bata merah dan batu andesit. Struktur yang masih terlihat jelas di bagian atas dari punden ini. Kita bisa menduga ini dulu sebuah candi yang cukup besar,” terangnya.

Wicaksono memperkirakan Situs Kademangan merupakan candi peninggalan zaman Majapahit akhir. Karena situs ini teletak cukup jauh dari kota raja Majapahit di Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

“Dari bentuk bata dan batunya ini diperkirakan dari Majapahit akhir abad ke 15-16 masehi. Fragmen tembikar menunjukkan adanya masyarakat pendukung di sekitar candi. Karena pecahan tembikar banyak ditemukan warga di sekitar punden,” cetusnya.

Untuk memastikan bentuk bangunan dan fungsi candi tersebut, menurut Wicaksono, Situs Kademangan harus diekskavasi. Hanya saja, sejumlah pohon besar yang tumbuh di area situs menjadi tantangan tersendiri jika ekskavasi digelar. Karena akar-akar pohon berpotensi masuk dan merusak struktur candi.

“Kalau diekskavasi, saya yakin berpotensi ditemukan arca atau mungkin hiasan relief yang masih tersisa di bagian bawah. Karena gundukan ini berada 8-10 meter dari permukaan tanah yang saat ini. Kelihatannya bangunannya masih cukup berdiri,” tegasnya.

Namun, Situs Kademangan belum menjadi prioritas ekskavasi BPCB Jatim tahun ini. Menurut Wicaksono, pihaknya akan mendulukan penggalian arkeologis di Situs Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here