Liputanjatim.com – Selama puluhan tahun, sumur warga di Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, diduga tercemar. Air sumur berwarna kekuningan dan berbau mirip logam berkarat.
Buruknya kualitas air tanah ini telah terjadi di Dusun Prambon tepatnya di empat RT, yakni RT 16 hingga RT 19. Bahkan, saat musim kemarau seperti sekarang, kondisi air makin memburuk.
Meski demikian, warga terpaksa tetap memanfaatkannya untuk mencuci dan mandi.
Untuk kebutuhan air minum, warga memilih meminta air dari sumur tetangga yang lebih jernih. Mereka juga mengandalkan pasokan air bersih dari BPBD Kabupaten Trenggalek.
Sebelumnya telah melakukan pengeboran sumur baru, tetapi terhenti di kedalaman kurang dari 20 meter. Warga berharap pemerintah segera membangun sumur dalam agar air lebih jernih dan layak.
“Warna air di sumur warga keruh kekuningan. Kalau dipakai mencuci baju putih, warnanya langsung berubah kekuningan. Kami sudah hidup dengan kondisi seperti ini selama puluhan tahun,” kata Aminah, warga setempat, Jumat (17/10/2025).
Beberapa dinas di Pemkab Trenggalek telah berulang kali mengambil sampel air untuk diteliti, namun hingga kini hasilnya belum jelas.
“Airnya bau logam dan warnanya keruh. Kami sudah meminta bantuan dropping air bersih dari BPBD. Pemerintah desa juga mengajukan rencana pembangunan sumur bor,” ujar Supriyanto Kepala Dusun Krajan, Desa Prambon.