Liputanjatim.com — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI). Pengumuman tersebut disampaikan dalam sambutannya pada Musyawarah Nasional (Munas) XVI PB IPSI yang digelar di Jakarta Convention Center, Sabtu (11/4/2026).
Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan tidak akan mencalonkan diri kembali sebagai Ketua Umum PB IPSI untuk periode berikutnya. Ia menyebut tugasnya sebagai Presiden RI menyita sebagian besar waktunya, sehingga tidak memungkinkan untuk menjalankan peran organisasi secara optimal.
“Alhamdulillah hari ini saya menyatakan bahwa saya mohon izin untuk tidak melanjutkan sebagai Ketua Umum PB IPSI,” ujarnya.
Prabowo diketahui telah memimpin Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia selama lima periode, sejak tahun 2004 hingga 2025. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan permohonan maaf karena dalam beberapa tahun terakhir tidak aktif secara penuh dalam kepengurusan.
Meski mundur dari jabatan ketua umum, Prabowo menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung perkembangan pencak silat di Indonesia, terlebih dalam kapasitasnya sebagai kepala negara.
Munas XVI PB IPSI sendiri tidak hanya menjadi forum laporan dan evaluasi organisasi, tetapi juga agenda penting untuk memilih Ketua Umum PB IPSI periode 2026-2030. Proses penjaringan calon telah berlangsung lebih dari satu bulan dengan melibatkan perwakilan provinsi dan perguruan pencak silat di seluruh Indonesia.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Selain itu, hadir pula Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak yang turut memeriahkan acara dengan mengenakan pakaian pencak silat.
Dengan mundurnya Prabowo, PB IPSI akan memasuki babak baru kepemimpinan yang diharapkan mampu melanjutkan pengembangan pencak silat sebagai warisan budaya sekaligus cabang olahraga prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
