Pemprov Jatim Harus Lebih Aktif Hadapi Ancaman Kekeringan dan Dampaknya bagi Petani
Liputanjatim.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur didorong untuk memperkuat peran aktifnya dalam menghadapi potensi kekeringan yang berimbas pada sektor pertanian dan kehidupan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Golkar, Hadi Setiawan.
Menurut Hadi, sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah, Pemprov Jatim memiliki tanggung jawab besar untuk hadir di tengah masyarakat dalam setiap persoalan, baik melalui dukungan moral maupun langkah konkret.
“Pemerintah harus hadir memberikan solusi, baik itu soal mentalnya masyarakat petani dan khususnya tentang bantuan-bantuan yang bisa diberikan kepada masyarakat Jawa Timur,” ujar Hadi Setiawan.
Ia menjelaskan, dinamika perubahan iklim saat ini membuat kondisi alam semakin sulit diprediksi. Jika sebelumnya pola musim relatif stabil, kini situasi tersebut tidak lagi bisa dijadikan acuan dalam menentukan langkah antisipasi.
“Memang kondisi alam juga enggak sebayangan kita masih kecil dulu. (Dulu) alam (diprediksi) pasti, seperti musim ini, musim ini. Hari ini kan tidak bisa diprediksi,” katanya.
Dengan kondisi tersebut, Hadi menegaskan pentingnya kehadiran aktif pemerintah daerah dalam merespons setiap dinamika alam, baik yang bersifat bencana maupun perubahan lingkungan yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Jadi Pemerintah Jawa Timur harus hadir dalam setiap ada kegiatan, baik itu musibah maupun proses alam,” ucapnya.
Ia menambahkan, kehadiran pemerintah harus diwujudkan melalui bantuan yang tepat sasaran guna membantu masyarakat yang terdampak.
“Pemerintah Jawa Timur hadir untuk memberi bantuan dan yang lain-lain,” tambahnya.
Terkait koordinasi dengan pemerintah pusat, Hadi mengungkapkan bahwa sejumlah langkah telah disiapkan, khususnya melalui penganggaran program untuk sektor pertanian.
“Tahun ini kan tahun penganggaran. Bulan kemarin masih penganggaran,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa Pemprov Jatim telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur serta penyediaan sarana dan prasarana pertanian guna mendukung kebutuhan masyarakat.
“Jawa Timur sudah menyiapkan infrastruktur maupun sarana-prasarana terkait masalah pertanian maupun yang lain-lainnya. Sudah menganggarkan untuk provinsi yang bisa dipakai untuk masyarakat Jawa Timur,” tutupnya.
