Pembangunan Tol Paspro Seksi IV, 1 Desa Belum Terbayar Pembebasan Lahan

Exit Tol Probolinggo Timur, rangkaian Tol Pasuruan-Probolinggo

Liputanjatim.com – Pembebasan lahan di 15 desa yang terdampak jalan tol Paspro seksi IV, tidak dapat terealisasi semua pada 2020. Satu desa terpaksa harus bersabar menunggu pembayaran pembebasan lahan tahun depan.

Desa Blado Wetan belum dapat menerima pembayaran pembebasan lahan pada tahun ini. Sedangkan 14 desa lainnya, sudah tuntas terbayarkan.

Pejabat pembuat komitmen (PPK) jalan tol Paspro (Pasuruan Probolinggo) seksi IV, Priyadi mengatakan, dari 21 desa lahan terdampak pembangunan tol Paspro Seksi IV, tahun ini ditargetkan dapat bebaskan lahan di 15 desa. Namun, karena terdampak pandemi Covid-19, hanya terealisasi 14 desa lahan yang sudah dibebaskan.

”Tinggal satu desa belum terbayarkan. Dokumennya masih ada di Kementerian Keuangan. Karena dampak pandemi, Kementerian Keuangan baru membayarkan pembebasan lahan satu desa itu di tahun depan 2021,” katanya, Rabu (23/12/2020).

Proses pengukuran lahan terdampak pembangunan Tol Paspro seksi IV


Priyadi menambahkan, sebanyak 14 desa lahan terdampak sudah dibebaskan. Mulai desa Clarak, Desa Banjarsawah, Desa Tegalsiwalan, Desa Sumberbulu, Desa Banyuanyar Tengah, Liprak wetan, Desa Suko, Desa Liprak Kulon, Desa Sumbersuko, Desa Banyuanyar Lor, Desa Tegalmojo. Desa Watuwungkuk, Pajurangan Gending, dan Pendil Banyuanyar. Dan satu desa tunggu pembayaran, direncanakan awal tahun 2021, yaitu Desa Blado wetan.

”Target tahun 2020 sebenarnya 15 desa, sisa desa Blado Wetan yang belum terbayarkan. Tapi proses musyawarah, pengukuran dan penetapan nilai ganti rugi sudah. Tinggal menunggu proses pembayarannya dari Kementerian Keuangan,” tambahnya.

Dengan sudah terbebaskan 14 desa lahan yang terdampak, dikatakan Priyadi, pihaknya tahun 2021 masih menyisakan desa yang belum dibebaskan. Diperkirakan, proses pembebasan 7 desa pada tahun 2021 itu akan berjalan cepat sesuai dengan desa-desa lainnya.

”Satu desa tinggal tunggu proses pembayaran, dan 6 desa lainnya masih proses pembebasan,” pungkasnya.

Selain seksi 4, PPK tol Paspro juga akan menuntaskan rest area yang belum sepenuhnya selesai. Sehingga dalam waktu dekat bisa segera dimulai dan diselesaikan. Sayangnya, pihak tol belum bisa memastikan kapan pengerjaan itu selesai.

Tol Pasuruan – Probolinggo, mempunyai panjang 43,70 kilometer. Eksisting sudah dioperasikan hingga seksi tiga dengan total panjang 31,30 kilometer.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here