Pasokan Melimpah, Harga Daging Ayam di Situbondo Anjlok hingga Rp20 Ribu
Liputanjatim.com SITUBONDO – Harga daging ayam broiler di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mengalami penurunan tajam hingga menyentuh Rp20.000 per kilogram.
Salah satu pasar yang mencatat harga tersebut adalah Pasar Senggol, Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Panji.
Seorang pembeli di Pasar Senggol, Inayah, mengaku membeli daging ayam broiler seharga Rp20.000 per kilogram pada Kamis (11/6/2026).
Namun, menurutnya, terdapat perbedaan harga antar pedagang yang mencapai Rp2.000 per kilogram.
“Saya tadi pagi belinya Rp20.000 per kilogram. Tapi ada tetangga yang juga beli, katanya Rp22.000 per kilogram. Jadi ada selisih harga sekitar Rp2.000,” kata Inayah.
Ia menyebut harga daging ayam mulai turun dalam dua hari terakhir. Sebelumnya, harga ayam broiler masih berada di kisaran Rp28.000 per kilogram, namun kini merosot hingga Rp20.000 per kilogram.
Memanfaatkan turunnya harga, Inayah membeli tiga kilogram daging ayam untuk diolah menjadi rolade ayam yang dapat disimpan dalam waktu lama.
“Saya sengaja beli 3 kilogram, karena mau dibuat rolade ayam, bisa disimpan di kulkas, tahan sampai sebulan,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang pedagang ayam di Pasar Mimbaan, Kecamatan Panji, Halimah, menilai anjloknya harga daging ayam dipengaruhi melimpahnya pasokan ayam broiler di tengah menurunnya permintaan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut dia, ketika program tersebut berjalan normal, permintaan daging ayam meningkat sehingga harga di pasaran ikut terdongkrak.
Namun, saat banyak kegiatan MBG berhenti sementara, pasokan ayam yang melimpah tidak diimbangi dengan permintaan yang tinggi.
“Kalau ada MBG, harga daging ayam mahal karena permintaan tinggi. Tapi setelah supplier ayam broiler banyak, MBG-nya banyak yang tutup, akibatnya harga daging ayam anjlok,” ungkap Halimah.
Ia menjelaskan, tren penurunan harga telah terjadi sejak Rabu (10/6/2026). Harga daging ayam broiler yang sebelumnya sempat menyentuh Rp40.000 per kilogram terus mengalami penurunan dari hari ke hari hingga kini berada di level Rp20.000 per kilogram.
“Harganya terus turun dari hari ke hari. Sampai pada hari ini, harganya anjlok menjadi Rp20.000 per kilogram,” pungkasnya.