Iklan
Ekonomi

Misi Dagang Jatim-Singapura Catat Transaksi Rp4163 Triliun, Khofifah Tekankan Penguatan Pasar Internasional

Oleh Nisa Ab. 23 dibaca
Add on Google 💬

Liputanjatim.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin gelaran Misi Dagang dan Investasi atau East Java Trade and Investment Forum 2025 antara Jawa Timur dan Singapura di KBRI 7 Chatsworth Road, Singapore. Acara ini berlangsung sukses dan mencatatkan transaksi gemilang sebesar Rp4,163 triliun dari 21 transaksi.

Khofifah menegaskan bahwa misi dagang dan investasi ini merupakan upaya strategis untuk mempertemukan pelaku usaha Jawa Timur dengan Singapura. Ia menyebut kegiatan ini penting untuk memperluas potensi industri, perdagangan, dan peluang investasi secara terintegrasi.

“Forum ini dilakukan juga sebagai pemetaan ulang untuk mengetahui perkembangan peluang pasar bagi produk Jawa Timur yang berpotensi memenuhi kebutuhan masyarakat di Singapura,” ucapnya.

Misi dagang ini merupakan pelaksanaan keenam yang berlangsung di Jatim dengan negara mitra setelah sebelumnya sukses menjalin kerja sama dengan Saudi Arabia, Malaysia, Timor Leste, Hong Kong, dan Jepang.

Komoditas yang diperdagangkan tahun ini sangat beragam, mulai tembakau, karbon, kopi, hingga produk bioteknologi dan skincare. Khofifah menegaskan bahwa melalui misi dagang ini, pihaknya berharap terjalin penguatan hubungan ekonomi antara Jawa Timur dan Singapura.

Baca Juga: Gubernur Jatim Khofifah Temui PM Singapura Lawrence Wong Bahas Soal Investasi

Pada misi dagang kali ini, 31 pelaku usaha dari Jawa Timur bertemu dengan 60 pelaku usaha dari Singapura. Pertemuan ini dinilai sebagai momentum strategis untuk memperluas pasar internasional bagi berbagai komoditas unggulan Jatim.

Kinerja perdagangan Jawa Timur dengan Singapura juga menunjukkan tren positif dengan surplus USD 379,19 juta pada Januari–Agustus 2025. Pada periode ini, ekspor nonmigas mencapai USD 845,53 juta, sementara impor sebesar USD 466,34 juta.

Sinergi dan kolaborasi yang kuat mendorong perekonomian Jawa Timur tumbuh impresif sebesar 5,22% (y-o-y) pada Triwulan III 2025. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata nasional yang mencapai 5,04% dan menunjukkan peran besar Jatim dalam perekonomian Indonesia.

Struktur perekonomian Jatim masih didominasi industri pengolahan, perdagangan, serta pertanian. Khofifah menilai kombinasi sektor industri dan sektor riil berbasis sumber daya alam membuat Jatim tetap tangguh menghadapi persaingan global.

Sektor agro yang mencakup pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan menjadi salah satu kekuatan utama ekspor Jawa Timur. Potensi besar inilah yang membuat provinsi ini dikenal sebagai lumbung pangan nasional dan semakin dilirik mitra internasional.

Nilai ekspor Jawa Timur pada Januari–September 2025 mencapai USD 22,91 miliar, dengan nonmigas menjadi kontributor dominan sebesar 97,98%. Kontribusi Jatim terhadap ekspor nasional mencapai 10,58% dan menempatkannya sebagai provinsi dengan kontribusi terbesar kedua.

“Komoditas unggulan ekspor Jawa Timur ke Singapura meliputi perhiasan/permata, tembakau, berbagai produk kimia, mesin/pesawat mekanik, mesin/peralatan listrik, kakao/coklat, produk industri farmasi, ikan dan udang, kayu, barang dari kayu, serta kertas/karton,” terangnya.

Sementara komoditas impor Jawa Timur dari Singapura meliputi perhiasan, plastik, bahan kimia, mesin, kosmetik, hingga makanan olahan.

Khofifah menyebut bahwa hubungan dagang Jatim-Singapura memiliki potensi besar untuk terus ditingkatkan. Ia juga mengingatkan bahwa peluang besar ini harus diimbangi dengan peningkatan daya saing di tengah ketatnya persaingan global.

“Mari kita manfaatkan kegiatan Misi Dagang Provinsi Jawa Timur dengan Singapura ini dengan sebaik-baiknya. Sehingga, mampu membuka peluang baru, meningkatkan volume perdagangan, dan memperkuat jaringan bisnis antara Jawa Timur dan Singapura,” ajaknya.

Dalam kesempatan yang sama turut dilakukan penandatanganan empat komitmen transaksi antara pelaku usaha Jatim dan Singapura. Kesepakatan tersebut melibatkan CV. Miracle Agro Spices, Mitra Tani, PT. Pratama Spices Indonesia, dan PT. Charoen Pokphand Jaya Farm dengan mitra dagang dari Singapura.

Penulis

Nisa Ab.

Redaksi LiputanJatim menyajikan berita, informasi, dan analisis seputar Jawa Timur, nasional, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan peristiwa terkini.

Lihat artikel penulis

Tinggalkan Komentar