Iklan
Berita

Khofifah Tegaskan Pendampingan Penuh bagi Keluarga Korban Musibah Al Khoziny

Oleh hani 17 dibaca
Add on Google 💬

Liputanjatim.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memberikan pendampingan penuh kepada seluruh keluarga korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Pendampingan tersebut dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim hingga proses identifikasi seluruh jenazah selesai dengan aman dan tuntas.

“Pendampingan psikologis dan spiritual sangat penting agar para santri bisa pulih dari trauma. Ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat,” ujar Khofifah, Selasa (7/10/2025).

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa para santri Ponpes Al Khoziny.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban. Semoga almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” ucapnya.

Khofifah menyatakan proses pencarian dan penyelamatan oleh tim gabungan telah selesai, dan sejak hari Selasa fokus penanganan beralih ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim di bawah koordinasi Tim DVI.

“Per hari Selasa ini fokus penanganan di RS Bhayangkara Polda Jatim bersama Tim DVI,” jelasnya.

Dalam proses tersebut, Khofifah terlihat mendampingi langsung keluarga korban yang tengah menunggu hasil identifikasi. Ia turut menenangkan dan memberi semangat kepada para orang tua yang masih menanti kabar anak-anak mereka. Salah satunya adalah Halimah, ibu dari almarhum Saki Yusuf, santri yang menjadi korban dalam tragedi tersebut.

“Semua jenazah masih dalam proses identifikasi. Ibu makan ya, jangan sampai tidak makan. Kalau ibu sakit nanti malah tidak bisa menemani proses ini,” tutur Khofifah dengan lembut sambil memeluk Halimah.

Baca Juga: Tindaklanjuti Perintah Presiden, Menko PM dan Menag Diskusi Soal Penguatan Ponpes

Selain memberi penguatan moral, Khofifah juga membantu menghubungi keluarga korban lain dari luar daerah agar segera datang untuk proses pencocokan data Ante Mortem. Ia menyebut, tim DVI melakukan proses identifikasi secara hati-hati dan teliti dengan melalui pencocokan data Ante Mortem (AM), Post Mortem (PM), dan DNA.

Menurutnya, Tim DVI bersama unsur forensik bekerja dengan sangat profesional dan tanpa henti selama 24 jam.

“Mohon doa semuanya mudah-mudahan tim kuat karena bekerja 24 jam secara profesional. Sehingga harus dibagi shift piket atau jaga. Terima kasih atas seluruh kerja keras dari tim DVI dan tim pendukung lainnya,” ujar Khofifah.

Hasil dari kerja keras tersebut, sebanyak 17 jenazah telah berhasil teridentifikasi,lima di antaranya di RS Sidoarjo dan 12 lainnya di RS Bhayangkara Surabaya. Dalam proses rekonsiliasi identifikasi ini, RS Bhayangkara juga melibatkan tim forensik dan pakar dari Universitas Airlangga.

Kepada seluruh keluarga yang masih menunggu hasil identifikasi, Khofifah berpesan agar tetap tabah dan ikhlas.

“Kita semua mendoakan yang sudah teridentifikasi dipanggil ke haribaan Allah SWT, mereka bahagia di sisi Allah. Mudah-mudahan semua dipanggil dalam keadaan mati syahid. Karena mereka sedang mencari ilmu dan menjalankan ibadah salat,” katanya.

Menutup pernyataannya, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan musibah tersebut.

“Terima kasih semua tim yang telah bekerja keras, kompak dan profesional. BNPB, BASARNAS, TNI–POLRI, Tim DVI, TAGANA, relawan, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan, doa, serta kegotongroyongan luar biasa. Semoga Allah SWT memberikan pahala yang besar bagi kita semua,” pungkasnya.

Penulis

hani

Redaksi LiputanJatim menyajikan berita, informasi, dan analisis seputar Jawa Timur, nasional, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan peristiwa terkini.

Lihat artikel penulis

Tinggalkan Komentar