Iklan
Berita

Keracunan MBG, 77 Siswa di Sumberwringin Bondowoso Dilarikan ke Puskesmas

Oleh Pamela 18 dibaca
Add on Google 💬

Liputanjatim.com – Sebanyak 77 orang siswa di Sumberwringin, Bondowoso, Jawa Timur, mengalami gejala keracunan seperti mual, pusing, muntah, serta buang air.

Mereka diduga keracunan setelah meminum susu kedelai yang menjadi bagian dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Para siswa di tingkat SD, SMP, dan SMA itu langsung mendapat perawatan setelah sampai Puskesmas Sumberwringim.

Melansir DetikJatim, mulanya hanya ada 48 siswa yang dirawat, belakangan jumlah bertambah menjadi 77 orang.

Berdasarkan informasi dari sejumlah pihak, para siswa itu mengonsumsi MBG yang berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Rejoagung, Kecamatan Sumberwringin.

Bukan hanya siswa, salah seorang guru MTs Miftahul Ulum Sumberwringin, Lina Ayu Antika juga mengalami keracunan dan sempat mendapat perawatan di Puskesmas.

“Bu Lina itu wali kelas. Dia sempat mencicipi makanan dari MBG itu,” ujar salah satu guru, Selasa (3/12/2025).

Sementara, salah seorang wali murid siswa yang juga menjadi korban, Holifah mendengar tentang kabar keracunan itu setelah mendapat telpon dari pihak sekolah. Menurut sekolah anaknya muntah-muntah.

“Langsung saya bawa ke Puskesmas. Ternyata katanya akibat minum susu kedelai jarah MBG itu,” ungkapnya.

Kepala Puskesmas Sumberwringin, Agus Sutanto mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara gejalanya memang sama. Rata-rata pasien mengalami pusing, mual, dan muntah.

“Para korban mengalami hal itu setelah minum susu kedelai dari MBG itu,” terang Agus di Puskesmas Sumberwringin, Selasa (3/12/2025).

Namun, kata Agus, masih belum bisa memastikan apakah memang menu MBG yang menyebabkan keracunan. Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium medis.

“Sampel-sampel sudah di kumpulkan, untuk selanjutnya akan segera di teliti,” tegas Agus Sutanto.

Ada sejumlah korban yang mengalami kondisi keracunan dengan gejala berat hingga dehidrasi.

Mereka mendapat perawatan medis berupa infus untuk memberikan cairan. Sedangkan yang mengalami gejala ringan setelah pemeriksaan secara medis boleh pulang.

“Saat ini ada 77 siswa yang keracunan. Namun ada kemungkinan bertambah. Karena belum semua korban dibawa untuk di tangani di sini,” tandas Agus Sutanto.

Penulis

Pamela

Redaksi LiputanJatim menyajikan berita, informasi, dan analisis seputar Jawa Timur, nasional, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan peristiwa terkini.

Lihat artikel penulis

Tinggalkan Komentar