Liputanjatim.com — Kebijakan efisiensi anggaran akibat pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat berdampak luas terhadap program dan kegiatan di daerah. Di Jawa Timur, DPRD memutuskan untuk meniadakan kegiatan kunjungan kerja (kunker) ke luar negeri pada tahun 2026 mendatang.
Ketua DPRD Jawa Timur, Musyafak Rouf, menegaskan langkah tersebut sebagai bentuk komitmen lembaga legislatif dalam menyesuaikan diri dengan situasi fiskal nasional.
“Tidak ada kunjungan luar negeri,” tegas Musyafak, Rabu (29/10/2025).
Menurutnya, kebijakan efisiensi ini tidak hanya dirasakan DPRD Jatim, tetapi juga seluruh pemerintah daerah di Indonesia. Banyak daerah terpaksa memangkas sejumlah kegiatan bahkan hingga pengeluaran konsumsi rapat.
“Ada pemda yang mengurangi anggaran makan dan minum dalam kegiatan rapat untuk efisiensi anggaran,” ujarnya.
Musyafak menjelaskan, daerah-daerah yang selama ini bergantung pada dana transfer pusat kini mulai kesulitan karena minimnya sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Karena mereka tidak mempunyai PAD. Tidak ada restoran, tidak ada hotel, tidak ada parkir, dan potensi PAD lainnya,” tandasnya.
Politikus PKB itu menilai, kebijakan efisiensi seharusnya dibarengi dengan regulasi yang memberi ruang bagi daerah untuk mengoptimalkan potensi pendapatannya. Namun, kenyataannya, banyak sumber PAD justru tersedot ke pemerintah pusat.
“Perusahaan besar yang berlokasi di daerah, ternyata berkantor di dekat pusat pemerintahan. Jadi kami di daerah hanya kena dampaknya, sementara pendapatan masuk ke pemerintah pusat karena berkantor pusat di Jakarta,” kata Musyafak.
Ia tak menampik adanya disparitas fiskal antara pusat dan daerah, terutama bagi daerah dengan PAD rendah.
“Mereka pasti akan mbengok kabeh, karena kemarin-kemarin itu andalannya dari piranti pusat,” tegasnya.
Musyafak menambahkan, sejumlah daerah telah menyampaikan masukan agar kebijakan efisiensi dan pengurangan dana transfer dapat ditinjau ulang.
“Ada 13 provinsi termasuk Jawa Timur yang terdampak berkurangnya anggaran transfer dari pemerintah pusat. Kalau dilihat, Jatim itu besar, tetapi cakupan wilayahnya juga luas sekali,” pungkasnya.