DPRD Jatim Soroti Kasus Siswa Keracunan MBG di Surabaya, SPPG Harus Lebih Hati-hati
Liputanjatim.com – Kasus dugaan keracunan makanan yang dialami sekitar 200 siswa di Surabaya usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat perhatian dari Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, dr. Sriatun.
Politisi PKB ini menilai program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak tersebut harus mendapat pengawasan maksimal agar pelaksanaannya berjalan sesuai standar keamanan pangan.
Menurut dr. Sriatun, program MBG merupakan langkah positif pemerintah pusat dalam memenuhi kebutuhan gizi pelajar. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat, ahli gizi atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), diminta lebih teliti dan berhati-hati dalam proses penyusunan menu, pengolahan, hingga distribusi makanan.
“Niat baik pemerintah pusat untuk program MBG harus dikawal agar tidak cedera oleh teknis di lapangan. Ahli gizi dan seluruh pihak terkait juga harus benar-benar jeli dan hati-hati agar makanan yang diberikan tetap aman dikonsumsi siswa,” ujarnya.
Ia menyebut kejadian di Surabaya dapat menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperkuat sistem pengawasan dan pelaksanaan program di lapangan. DPRD Jatim juga mendorong Dinas Kesehatan dan BPOM segera menyampaikan hasil uji laboratorium secara terbuka agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas.
“Kejadian keracunan di Surabaya menjadi semacam alarm. Kami mendesak Dinas Kesehatan dan BPOM untuk segera merilis hasil uji laboratorium secara transparan,” katanya.
dr. Sriatun menambahkan, penyebab kejadian perlu dipastikan secara menyeluruh, baik dari sisi pengolahan makanan, kualitas bahan baku, hingga proses distribusi.
“Harus dipastikan apakah ini kesalahan SOP pengolahan, kontaminasi bahan baku, atau masalah distribusi,” tuturnya.
Ia juga berharap ada langkah evaluasi dan pembinaan terhadap pihak penyedia maupun pengelola dapur MBG apabila ditemukan ketidaksesuaian prosedur kebersihan dan keamanan pangan.
“Harus ada sanksi tegas bagi penyedia atau pengelola dapur jika terbukti lalai dalam SOP kebersihan,” ucapnya.
Komisi E DPRD Jatim, lanjut dr. Sriatun, akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG di Jawa Timur agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya para pelajar.
“Kami akan terus mengawasi implementasi ini di Jatim agar niat mulia memberi gizi tidak berubah menjadi tragedi keracunan,” pungkasnya.
