Cegah Gesekan Sosial, Bupati Situbondo Minta Tak Ada Sweeping Warung Selama Puasa
Liputanjatim.com – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan sweeping terhadap warung atau tempat usaha yang tetap buka selama bulan Ramadan. Ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan harmoni sosial di tengah perbedaan praktik ibadah.
Mas Rio, sapaan akrabnya, menyebut bahwa puasa merupakan ibadah yang bersifat personal. Karena itu, tindakan menekan pihak lain dinilai tidak tepat. Ia pun mengingatkan pandangan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tentang puasa sebagai ujian kesabaran bagi setiap individu.
“Tak perlu ada sweeping warung-warung. Pun warung tak perlu ditutup. Karena masing-masing punya hak,” jelas Mas Rio kepada detikJatim, Rabu (18/2/2026).
“Kalau kata Gus Dur, ya itulah ujiannya orang yang sedang berpuasa. Seberapa kuat ia menghadapi godaan,” imbuhnya.
Ia menilai aksi sweeping berpotensi menimbulkan ketegangan di masyarakat dan tidak sejalan dengan semangat toleransi. Menurutnya, menjalankan puasa atau tidak merupakan urusan pribadi yang berkaitan langsung dengan keyakinan masing-masing kepada Allah SWT.
Di sisi lain, ia tetap mengajak warga yang tidak berpuasa untuk menjaga sikap saling menghormati di ruang publik, termasuk dengan tidak makan, minum, maupun merokok secara terbuka.
“Yang tak puasa harus tetap menghormati yang puasa. Kita (yang puasa) tak perlu merasa membela tuhan, dengan sweeping warung-warung itu,” ujarnya.
Mas Rio juga menegaskan sikap terbuka terhadap perbedaan, termasuk jika ada kelompok masyarakat yang menentukan awal Ramadan tidak sama dengan pemerintah. Ia memandang keberagaman sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.
“Tidak ada yang tidak beda dalam hidup ini. Semua itu penuh perbedaan. Justru keindahan didapat dari perbedaan itu,” pungkas Yusuf Rio Wahyu Prayogo.
