
Saya berkesempatan meliput kunjungan Gus Ipul ke sebuah Sekolah Rakyat serta sesi latihan Polisi Cilik di Pasuruan. Suasana hangat terasa sejak awal: anak-anak penuh semangat, para pendamping sigap, dan warga ikut menonton dengan antusias. Di momen seperti ini, saya selalu teringat bahwa pendidikan karakter lahir dari ruang-ruang yang dekat dengan masyarakat.
Gambaran Acara
- Lokasi: kawasan Pasuruan, dengan dua titik kegiatan—kelas terbuka Sekolah Rakyat dan lapangan tempat latihan baris-berbaris.
- Peserta: puluhan siswa Sekolah Rakyat, tim Polisi Cilik, para guru pendamping, orang tua, serta perangkat kelurahan.
- Tujuan: memperkuat literasi dasar, disiplin, dan kepemimpinan anak lewat metode belajar partisipatif. slot gacor
Saya menyaksikan anak-anak memulai hari dengan membaca bersama. Setelah itu, mereka beralih ke praktik numerasi sederhana, bermain peran, dan permainan kolaboratif. Di sisi lain, tim Polisi Cilik berlatih formasi, aba-aba, serta simulasi kedisiplinan—semuanya dalam suasana gembira.
Sorotan Kunjungan Gus Ipul
Gus Ipul menyapa siswa satu per satu, menanyakan pelajaran favorit, dan sesekali bercanda untuk mencairkan suasana. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi orang tua, sekolah, dan pemerintah dalam membangun karakter anak. Saya mencatat beberapa poin inti dari pesannya:
- Pendidikan yang memerdekakan belajar—memberi ruang anak untuk bertanya, mencoba, dan salah.
- Literasi sebagai fondasi masa depan: membaca 15 menit setiap hari dan menulis jurnal sederhana.
- Disiplin yang humanis: tegas tanpa mengintimidasi, fokus pada teladan dan konsistensi.
Beliau juga berdialog dengan pelatih Polisi Cilik mengenai metode pelatihan yang mengutamakan keselamatan, porsi latihan yang proporsional, serta integrasi nilai-nilai kepemimpinan dengan permainan edukatif.
Suasana dan Interaksi
Saya melihat guru-guru Sekolah Rakyat menata pembelajaran dalam stasiun-stasiun kecil: sudut membaca, sudut sains sederhana, dan sudut seni. Anak-anak bergiliran, berdiskusi, dan mempresentasikan hasilnya. Sementara itu, barisan Polisi Cilik tampak kompak saat memperagakan variasi langkah dan penghormatan. Tepuk tangan warga beberapa kali pecah, terutama ketika formasi segitiga dan putaran cepat berhasil dieksekusi mulus.
Dampak bagi Masyarakat
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Saya menangkap dorongan nyata bagi warga untuk terlibat: orang tua menawarkan waktu menjadi relawan membaca, pengusaha lokal menjanjikan donasi buku, dan perangkat kelurahan membuka peluang kolaborasi ruang belajar. Dalam benak saya, inilah jembatan antara pendidikan formal dan komunitas—sebuah ekosistem belajar yang hidup. slot deposit 5k
Penutup
Kunjungan ini memberi energi baru, terutama bagi anak-anak yang belajar di Sekolah Rakyat dan yang tergabung dalam Polisi Cilik. Semoga praktik baik seperti literasi harian, disiplin yang ramah anak, dan kepemimpinan berempati terus tumbuh di Pasuruan. Saya pulang dengan keyakinan sederhana: ketika kita merawat rasa ingin tahu anak dan memberi teladan yang konsisten, masa depan akan menemukan jalannya.