Liputanjatim.com – Warga Bondowoso bernama Muhdar (50), warga Desa Koncer, Dusun Jatian, Kecamatan Tenggarang berhasil menyulap Buah Maja menjadi minuman sehat dan bernilai ekonomi tinggi.
Inovasi ini tercetus dari observasi sehari-hari di sawah, ketika ia sering menemukan buah maja melimpah di sekitar area pertanian tersebut. Tanaman ini kerap tumbuh subur di tepi sungai dan di berbagai bagian ladang milik petani setempat.
Dalam kesehariannya, para petani kerap berkumpul menghabiskan waktu istirahat di bawah pohon Maja saat sejenak beristirahat dari pekerjaan sawah.
Meski banyak, ternyata buah-buah tersebut tidak ada yang memanfaatkan secara khusus oleh pemilik lahan, yang kebanyakan adalah petani kecil.
Inspirasi datang saat Muhdar menjalin komunikasi melalui media sosial dengan seorang sahabat yang juga tengah bereksperimen dalam memfermentasi buah maja.
Dalam komunikasinya, ia mendapat pengetahuan cara mengolah Maja menjadi minuman yang tidak hanya dapat dinikmati, tetapi juga aman untuk dikonsumsi.
“Berbekal informasi itu, saya memutuskan untuk mempraktikkan langkah-langkah tersebut secara mandiri, ” kata Muhdar, Selasa (28/10/2025).
Baca juga: Situbondo Borong Dua Penghargaan BI Jember Award 2025
Muhdar mengawali usahanya dengan mengumpulkan buah maja dari sekitar sawah. Setelah terkumpul, buah tersebut di belah, kemudian isinya dikeruk dan ditempatkan dalam wadah yang tertutup rapat menggunakan plastik untuk meminimalisir masuknya udara selama proses fermentasi.
“Masa fermentasi ini berlangsung setidaknya selama lima hari sebelum sari buahnya di peras,” lanjutnya.
Pasca fermentasi, cairan sari buah tersebut harus melalui proses perebusan. Dalam tahap ini, muncul buih yang segera di buang agar minumannya bersih. Aroma harum menyebar saat rebusan mencapai titik didih, menghasilkan minuman yang manis dan menyegarkan.
Meski buah maja menyandang reputasi sebagai buah beracun, Muhdar memastikan keamanan dari minuman hasil olahannya dengan konsumsi rutin.
Ia dan beberapa tetangganya, yang juga telah menjadi konsumen setia, tidak merasakan efek samping negatif.
Bahkan, Muhdar merasakan peningkatan kesehatan, terkait dengan kadar gula darah dan kolesterol yang lebih terkontrol setelah mengonsumsi minuman ini.
“Saya sebelumnya punya penyakit gula tinggi dan sering ngantuk di pagi hari,” tuturnya.
Baca juga: Berhasil Dievakuasi, Kakek di Bondowoso Tercebur ke Sumur
Kendati demikian, produksi minuman Maja ini belum mencapai tahap massal karena keterbatasan buah. Saat ini, produksi tetap dalam skala rumah tangga, cukup untuk konsumsi pribadi dan tetangga dekat.
“Saya berharap buah maja dapat lebih dimanfaatkan oleh warga Bondowoso, sehingga tidak lagi terbuang sia-sia, ” harapnya.
Karena selain menyegarkan, ia menganggap minuman ini menyehatkan. Selama dua bulan lebih mengonsumsinya, Muhdar merasa kesehatannya lebih stabil dan terjaga.
Namun, langkah untuk melakukan produksi dalam jumlah besar masih harus ada riset lebih lanjut, mengingat tantangan dalam hal sumber daya dan distribusi.
Untuk sementara ini, minuman dari buah maja tetap menjadi solusi sehat. Namun, dalam lingkup pribadi dan keluarga terlebih dahulu.