Sering Terjadi Pemadaman Listrik, Bupati Lumajang Audiensi dengan PLN UP3 Wilayah Jember

Bupati Lumajang Cak Thoriq saat beraudensi dengan pihak PLN UP3 Wilayah Jember

Liputanjatim.com – Seringnya kasus pemadaman listrik yang sering dikeluhkan masyarakat membuat Bupati Lumajang Thoriqul Haq atau Cak Thoriq mencari klarifikasi dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) wilayah Jember berkenaan dengan masalah tersebut.

Setelah beraudiensi dengan PLN UP3 Wilayah Jember di Ruang Rapat Mahameru Kantor Bupati Lumajang selama lebih dari dua jam, Cak Thoriq akhirnya membeberkan hasil pertemuan tersebut.

Menurutnya, ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya pemadaman listrik di sejumlah wilayah. Paling sering terjadi disebabkan banyaknya pohon yang bersinggungan dengan kabel jaringan listrik.

“Kami tadi berdiskusi soal permasalahan kelistrikan yang seringkali dikeluhkan oleh masyarakat, yang biasanya terjadi pemadaman,” kata Cak Thoriq kepada wartawan, Kamis (6/9/2019).

Selain itu, menurut Cak Thoriq pohon yang bersinggungan dengan kabel listrik ketika musim penghujan tiba sangat berbahaya bagi masyarakat.

“Untuk itu, tujuan kunjungan ini tujuannya adalah untuk memberikan klarifikasi dan menyelesaikan permasalahan pemadaman listrik yang sering terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang,” tambahnya.

Untuk itu, bupati muda dari PKB tersebut menghimbau kepada masyarakat tidak tanam pohon yang tingginya nanti bisa mencapai 3 meter di sekitar tiang dan jaringan kabel listrik. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya gangguan listrik yang berakibat pemadaman.

Sementara itu, Manajer bagian Jaringan PLN UP3 Wilayah Jember Gatot Hariyanto mengatakan bahwa penyebab pemadaman listrik di Lumajang 68 persen karena adanya kabel jaringan listrik yang bersinggungan dengan pohon.

“Harapan kami ada kerelaan dan kerja sama dari masyarakat apabila ada batang dan dahan yang menyentuh kabel listrik, disarankan untuk dipangkas,” kata Gatot.

Sebelum masyarakat menebang pohon yang bersinggungan dengan kabel listrik, tambah Gatot, terlebih dahulu diminta untuk berkoordinasi dengan PLN setempat.

“Sebelum tebang pohon atau pangkas dahan pohon, kami minta masyarakat koordinasi dulu dengan pihak kami di wilayah setempat untuk menghindari sengatan arus listrik tegangan tinggi dan demi menjaga keselamatan bersama,” pungkasnya.  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here