Khofifah Beberkan Potensi Investasi Unggulan Di Jatim Kepada 115 Investor

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

Liputanjatim.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membeberkan potensi ekonomi di Jawa Timur kepada 115 calon investor baru.

Menurutnya, peluang investasi unggulan di Jatim tersebar di berbagai sektor seperti industri, pertanian, perikanan atau pariwisata. Kemudian ada sektor pertambangan, energi dan bermacam potensi ekonomi di 38 Kabupaten/Kota.

“Jawa Timur merupakan salah satu barometer pembangunan bagi seluruh Provinsi di Indonesia dalam segala hal. Sekaligus menjadikan daerah yang tepat untuk berinvestasi,” ungkap Khofifah melalui siara pers yang diterima Liputanjatimcom, Senin (14/10/2019).

Salah satu contohnya, lanjut Khofifah, di sektor industri pihak Pemprov tengah fokus pada upaya membuka poros-poros industri baru di sejumlah wilayah potensial. Salah satunya di sisi barat dan selatan Jawa Timur, termasuk Madura.

Pembukaan poros baru industri ini merupakan bagian upaya dari pemerataan ekonomi yang selama ini hanya berputar di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan dan Gresik. Sehingga, sektor industri kimia dasar seperti industri semen, bahan makanan serta petro kimia sangat berpotensi dikembangkan.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Jatim juga cukup menggembirakan. Tahun 2018, ekonomi Jawa Timur tumbuh sebesar 5,50 persen, dengan laju inflasi mencapai 2,86 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Jatim semester 1 tahun 2019 sebesar 5,64 persen dengan laju inflansi mencapai angka 2,36 persen.

Untuk di sektor pertanian dan perkebunan, Khofifah menyebut jatim memiliki banyak komoditi yang berpotensi besar untuk dikembangkan. Seperti sektor perikanan memiliki prospek yang bagus. Hal ini didukung oleh pengembangan pelabuhan perikanan dan budidaya serta garam.

“Kami berterima kasih Dirjen Asia Pasifik-Afrika Kemenlu RI mengundang investor dari Asia Pasifik dan Afrika untuk melihat lebih dekat dan detail berbagai potensi yang ada di Jawa Timur,” tambahnya.

Sementara itu PDRB kumulatif Jatim tahun 2018, Khofifah menyebut mencapat Rp 2. 189, 783 triliun. Hal ini didapat dari kontribusi terbesar tiga sektor yakni bidang usaha penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 7,63 persen, jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 7,61 persen serta industri pengolahan sebesar 7,55 persen.

Untuk PDRB Kumulatif Jatim semester 1 tahun 2019, Khofifah menyebyt jumlahnya mencapai Rp 1. 147, 226 triliun. Tiga sektor yang memberikan kontribusi besar terhadap PDRB adalah bidang usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 7,59 persen, penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 7,39 persen serta industri pengolahan sebesar 7,05 persen.

“Tingkat konsumsi dan daya beli masyarakat pun menunjukkan peningkatan yang signifikan. Artinya, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur selaran dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here